Ritual nyeput disuku Sasak
Assalamualaikum semua, oke disini saya akan sedikit bercerita lagi ya masih seputar tentang naskah kuno. Yaps tepatnya kali ini saya akan membahas tentang tradisi nyeput, apasih tradisi nyeput itu? Pasti ada yg bertanya seperti itukan nah ini jawabannya .Tradisi nyeput yang merupakan warisan budaya sasak yang masih eksis di kalangan masyarakat. Tradisi nyeput yang berarti jemput ini merupakan sebuah ritual yang dipercai oleh masyarakat dapat mengetahui dengan cepat takdir hidup kita, namun tergantung pada niat kita ketika melakukan nyeput. tradisi ini lebih dekat dengan pendekatan mimetic. Bagaimana kemudian pendekatan ini mengaitkan hubungan karya sastra dengan realitas/kenyataaan.
Tradisi ini merupakan warisan secara turun-temurun oleh nenek moyang masyarakat Sasak . Bagaimana kehidupan yang di jalani masyarakat kental dengan tradisi tersebut dikaitkan dengan kehidupan sosial, budaya yang menjadi sebuah kepercayaan masyarakat tersebut.
11 november 2019 saya dan teman-teman pergi ke salah satu desa yang dimana disitu ada seorang bapak yang masih menyimpan naskah kuno. Bapak ini bernama mamiq upi beliau tinggal di desa kuripan, mamiq Upi ini memiliki 2 orang anak perempuan yang masih kecil.
Kedatangan kami disambut baik oleh mamiq upi, disini beliau menceritakan seputar naskah kuno yang ia simpan. Beliau memegang naskah itu hampir 400th , naskah itu peninggalan dari bapaknya mamiq upi ini, saya dan teman-teman saya disini menanyakan tentang nyeput itu dan beliau menceritakan bahwa ritual nyeput ini benar-benar terjadi suatu saat nanti. Kami memberitahu kepada mamiq upi bahwa kami ingin melakukan ritual nyeput, dengan senang hati beliau mengijinkan kami melakukan nyeput tersebut. Sebelum melakukan tradisi nyemput ini pertama kita harus niat, niat yang sungguh-sungguh ya intinya tergantung dari niat kita.
Mamiq upi menyiapkan satu gelas air yang berisikan bunga didalamnya yag dimana ini hanya sebagai simbol saja tidak begitu diwajibkan.
Setelah itu mamiq langsung memulai acar nyeput, teman-teman saya bergiliran dengan makna tembang yang mereka dapatkan menurut saya sesuai dengan watak yang mereka miliki. Kemudian tibalah giliran saya, , di mana saya dituntun untuk fokus dan memantapkan diri dan tetap ihtiar terhadap Tuhan. Dan saat itu saya memilih satu lembar dari naskah tersebut, dan saat itu saya mengambil satu lembar dari naskah itu kemudian s membuat saya terkejut dengan apa yang dimaknakan oleh mamiq upi yaitu tentang begitu beruntungnya saya memilih selembar naskah itu karna yg diartikannya itu saya begitu beruntung dan pintar apa yang saya inginkan pasti akan tercapai dan mamiq upi memberitahu tentang jodoh padahal dalam niat saya tidak pernah meminta tentang jodoh melainkan yang lain, mamiq upi bilang bahwa saya suatu saat nanti begitu beruntungnya didekati banyak lelaki yang mapan dan kata beliaupun saya memilih yang bener baik . Alhamdulillah semua yang kami dapat dengan menyeput tentang kebaikan. Mungkin sampai di sini saja cerita saya, nantikan cerita selanjutnya 😊
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh.


Sangat menarik.. Ditunggu nexs artikelnya lagi
BalasHapusSangat terharu air mata ini menetes tanpa henti hiks hiks
BalasHapusKak mau nanya dong
BalasHapusKak apa budaya nyeput ini masih tetap eksis disemua kalangan masyarakat sasak sampai sa'at ini?
Ceritannya menarik
BalasHapusInformasinnya sngat bermanfaat
BalasHapusPenataan bahasanya semoga lebih baik lagi, tidak menggunakan kata2 yang terlalu monoton.
BalasHapusTapi secara keseluruhan sudah bagus, semoga kedepannya lebih baik lagi 😊
tetap ikhtiar
BalasHapusMantap..
BalasHapus